Kuputus lidahmu,
kupotong, kuiris, kucincang,
kucacah, kublender sampai lumat
Kusiram air, kuperas,
aku ratakan, aku jemur sampai kering
Kupatah-patahkan lalu kugoreng garing
Renyah betul.
Kuremukkan sang kerupuk lidah, kugiling menjadi tepung
Kubawa ke puncak Monas
kutebarkan milyaran noktah bekas orasimu dari atas sana
Hujan…hujan…hujan debu lidahmu
Aku senang, tertawa riang berdendang
Isi mulutmu telah tersebar ke seantero Jakarta Raya
June 2nd, 2008 at 5:01 pm
2 Responses to “Dendam Kesumaaaaat”
kucacah, kublender sampai lumat
June 5, 2008 @ 10:30 amSegede apa blendernya Non?
Kl dada telah disesaki dendam kesumaaaat, tak ada lagi iman yg tersisa. Yg ada hanya rasa ingin menghancurkan.
June 5, 2008 @ 10:32 amHiii….sereeeeeeeeem